Hilangkan Kesan Angker, Pengadilan Militer Prioritaskan Kepuasan

FOTO: Kadilmilti II Jakarta Brigjen TNI Dr. S Sarwo Edy SH MHum

HARIAN PELITA JAKARTA — Kepala Pengadilan Militer Tingkat Tinggi Ini (Kadilmilti II Jakarta) Brigadir Jenderal TNI Dr. S Sarwo Edy S.H, M.Hum meminta masyarakat untuk tidak ragu berkunjung ke pengadilan militer. Saat ini, pengadilan militer sudah memasuki zona integritas menuju WBK/WBBM dan memprioritaskan pelayanan peradilan terhadap pencari keadilan.

Diutarakan Sarwo Edy, sampai detik ini perbaikan-perbaikan terus dilakukan di satker pengadilan militer termasuk leadership serta menyiapkan sumber daya manusia untuk mencapai kepuasan publik.

“Sebetulnya secara umum, publik dalam hal ini masyarakat sipil menganggap bahwa pengadilan militer ini angker dan tertutup, itu yang kita hilangkan. Pengadilan militer tidak seseram yang dulu, bisa siapa pun datang silahkan,” kata Kadilmiti II Jakarta disela bimbingan teknis, Sabtu (17/10/2020).

Menuju WBK, tim Dilmilti II sendiri berupaya semaksimal mungkin memenuhi persyaratan yang dituntut oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB).

Perwira Tinggi TNI AD itu melanjutkan, sistem informasi dan pembenahan internal kantor pengadilan tersebut tengah disesuaikan demi kenyamanan pengunjung.

“Merubah pola pikir dan perilakunya. Ketika dia menghadapi sipil harus bagaimana ketika menghadapi militer bagaimana, ” Nah itu ada trik-triknya sendiri kami lakukan. Kami sebagai pimpinan tertinggi memberikan contoh/teladan supaya ditiru oleh anggota, inilah pola pikir dan kinerja kita terapkan,” tegas jenderal bintang satu ini.

Lebih lanjut, kata dia, di pengadilan militer pencari keadilan akan dimanjakan oleh pelayanan super prima, diantaranya telah diadakannya survei kepuasan masyarakat yang terintegrasi, ruang kesehatan dan ruang tunggu pelayanan ber-AC. Sarwo Edy juga mengatakan, pengunjung tidak perlu bersusah payah mencari informasi perkara sendiri di desk informasi.

Mulai dari pintu masuk Pengadilan Militer Tinggi II, petugas PTSP secara langsung merespon pencari keadilan. Di sisi lain, perlakuan pencari keadilan baik militer maupun masyarakat sipil pasti tentunya dibedakan. Kepuasan pengunjung menjadi target utama menurut Kadilmilti II.

“Sebenarnya kami sudah bangun aplikasi itu terkait PTSP. Kita bangun ruangan yang nyaman, sistemnya kita bangun tahap-tahap nya kita bangun. Memang kami belum bisa membuat akses PTSP yang terintegrasi secara menyeluruh, sehingga pengguna harus datang ke pengadilan untuk mencari informasi perkara atau informasi lainnya” urainya.

Ia menambahkan, seluruh warga negara Indonesia dengan keterbukaan tersebut diharapkan untuk tidak segan berkunjung ke pengadilan militer. Kadilmilti II menepis asumsi masyarakat yang dinilai pengadilan tertutup untuk umum. Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) di institusi ini merupakan salah satu upaya mempermudah pencari keadilan.

“Mungkin ke depan kami akan membangun pelayanan publik yang terintegrasi secara menyeluruh melalui sistem informasi teknologi, sehingga pengguna tidak perlu datang ke satker, kecuali menyerahkan (berkas). Sesuai dengan arahan Mahkamah Agung, SIPP sudah berjalan Insyaallah silakan datang ke sana lihat sendiri supaya fakta itu ada,” ungkapnya. ●Red%Dw

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

204 views